Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2016

Hal-Hal yang Paling Sering Jadi Penyesalan di Masa Tua


Penyesalan selalu datang belakangan. Tampaknya banyak yang mengalami hal itu dalam hidupnya. Karena beberapa sebab, kadang orang tidak sengaja telah melakukan kesalahan. Sebab yang lain mereka dengan sadar melakukan kesalahan.


Beberapa kesalahan itu diantaranya: 


1. Tidak menjadi dirinya sendiri.


Banyak orang menyesali mengapa mereka tak sepenuhnya berani untuk menjadi diri mereka sendiri sejak muda, hanya karena bertentangan norma-norma dan kewajiban yang ada di publik.

2. Bekerja terlalu keras dan lupa berbahagia.


Setiap menit yang dilalui dalam kebahagiaan baik untuk kesehatanmu. Jangan lupa bahagia di sela kamu berkerja keras. Bekerja keraslah saat muda, tapi tetaplah lakukan sesuatu yang dapat menjadi kenangan indah saat masa tuamu.

3. Tidak menjaga kesehatan


Saat muda, kesehatan seringkali terabaikan, terutama dalam hal berolahraga dan menjaga pola makan. Hal ini membuat seseorang menjadi sakit-sakitan dan digerogoti penyakit di usia tuanya. Aktivitas fisik diperlukan untuk tetap menjaga kesehatan. Namun banyak orang yang enggan pergi ke gym atau berolahraga dengan berbagai alasan. Biasanya alasan itu selain sibuk bekerja, mereka masih merasa sehat.

4. Bekerja tanpa passion.


Bila pekerjaan yang saat ini kamu lakukan membuat kamu nggak nyaman dan kerap terhambat menyelesaikan pekerjaan, mungkin ada yang salah dengan yang kamu jalani.
Mulai detik ini tanya ke dalam hati kecilmu, apa yang kamu inginkan untuk hidup? Bukankah akan sangat menyenangkan dan terasa tanpa beban, jika mulai sejak bangun pagi kamu sudah semangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang di depan mata?
Banyak orang yang mengatakan, lakukanlah pekerjaan yang kamu cintai, maka kamu akan melakukannya dengan senang hati. Hal itu memang benar, jika kita bekerja sesuai dengan passion kita, maka pekerjaan seberat apapun tak akan menjadi beban. Berbeda halnya dengan bekerja tanpa passion, kita akan selalu terbebani olehnya.
Oleh sebab itu, tak ada salahnya untuk resign lebih awal lalu kemudian merintis karir di bidang yang kita cintai, maka kesuksesan pun akan datang lebih cepat.

5. Tak mengungkapkan perasaan.


Bukan hanya pada gebetan yang kamu idamkan diam-diam saja. Tetapi pada segala yang menurut kamu mempengaruhi masa depan kamu. Buka suaramu untuk membuat perubahan, setidaknya dimulai untuk masa tuamu dulu.
Kesempatan kadang tidak datang dua kali, termasuk ketika jatuh cinta pada seseorang. Memang perlu keberanian untuk melakukan ini. Biasanya mereka takut kecewa kalau ditolak.
Nah biar tidak menyesal dihari tua nanti, kalau naksir seseorang langsung saja mengatakan ke orangnya. Tidak berani langsung, bisa lewat whatsapp, atau social media.

6. Tak punya waktu untuk keluarga.


Orang tua kamu mungkin akan pergi lebih dulu dari dunia ini. Jangan sampai kamu menyesal untuk melakukan hal yang nggak sempat kamu buktikan pada mereka. Selalu luangkan waktu untuk keluargamu, semampu yang kamu dapat berikan untuk mereka. Apa pun bentuknya.

7. Melupakan teman.


Dalam hidup ini, akan ada banyak orang yang datang dan pergi. Namun teman-teman yang tulus tidak akan pernah pergi dari hidup Anda. Merekalah orang-orang yang selalu ada di saat Anda senang dan susah. Sayangnya, banyak orang yang justru meninggalkan teman-teman yang tulus setelah datang teman-teman baru yang lebih selevel dan keren. Sedangkan teman lama dianggap tidak keren dan sudah tidak pantas untuk Anda.
Tetaplah menjaga hubungan baik dengan temanmu. Terutama jika kamu tinggal dan bekerja berjauhan dari mereka. Saat ini sudah banyak media yang dapat kamu gunakan untuk menyapa mereka, bertemanlah di Facebook atau Instagram, dan sapalah mereka. Beruntung jika kamu dapat kembali bertatapan dengan mereka.

8. Lupa liburan.


Ada yang mengatakan bahwa pengalaman lebih berharga daripada uang. Namun beberapa orang lebih menyukai menghabiskan masa mudanya dengan bekerja keras di kantor dan menabung. Penting memang semua itu, namun alangkah baiknya jika mengagendakan waktu untuk melakukan traveling, melihat dunia luar yang menginspirasi.
Liburan sudah terbukti dapat membuat seseorang jadi lebih segar dan memunculkan ide-ide kreatif. Luangkan waktu untuk liburan meski hanya sebentar untuk melupakan rutinitas.

9. Menunda


Menunda memang melenakan termasuk menunda pekerjaan. Namun kebiasaan buruk ini sebaiknya tidak lagi dilakukan. Karena menunda hanya akan menambah permasalahan baru. Daripada menunda-nunda lebih baik melakukan hal-hal yang kreatif yang memicu semangat untuk segera menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang sedang dihadapi.

10. Tidak rajin menabung


Jika sejak muda sudah ditanamkan kebiasaan rajin menabung atau investasi, maka di masa tua tak akan mengalami kesulitan keuangan. Namun sebaliknya, jika sejak muda sudah terbiasa hidup boros dan tidak suka menabung, maka akan sangat sulit menjalani kehidupan di masa tua, terutama bagi yang tidak memiliki dana pensiun.

11. Tidak banyak beribadah dan beramal


Beribadah adalah hal yang sangat penting dalam hidup seseorang. Karena Apapun agama orang tersebut, tak seharusnya seseorang melupakan Tuhannya. Ibadah dan amal adalah bekal seseorang untuk kehidupannya yang kekal setelah ia meninggal. Tak ada satu harta pun yang akan dibawa mati, kecuali amal ibadah selama ia hidup di dunia.

12. Lupa membahagiakan Orang Tua


Membuat bangga atau memberi kebahagiaan untuk orang tua tidak melulu dengan harta lho. Kamu juga bisa beri dengan prestasi kamu, kebaikan hati kamu dan perhatian untuk mereka. Karena sungguh kita tidak bisa membalas kebaikan mereka dengan apapun.
Jadi ketika orang tua kita masih hidup, jangan lewatkan kesempatan ini dengan sia-sia. Usahakan kita membahagiakan mereka semampu kita.



Baca Juga :
Berhentilah Melakukan Hal Ini Sebelum Anda Menyesal




Artikel Menarik Lainnya :

Sabtu, 19 April 2014

Berhentilah Melakukan Hal Ini Sebelum Anda Menyesal


Beberapa waktu lalu sahabat saya curhat “rasanya gue pengen kembali ke masa lalu, dan memperbaiki kesalahan,” saya terdiam karena Saya pun pernah merasakan bagaimana rasanya ada di posisinya dia dimana saya menyesali hal yang gak bisa saya perbaiki. Tapi inilah hidup.. kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan, tapi kita bisa memulai sesuatu yang baru hari ini dan berhenti melakukan hal-hal yang akan disesali di masa depan.


Sebelum menyesal, inilah beberapa hal yang harus Anda hentikan sekarang:

1. Berhenti menghabiskan waktu bersama orang yang salah
Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan bersama orang yang membuat kamu terluka. Jika seseorang menginginkan kamu ada dihidupnya, dia akan menyediakan ruang untuk kamu. Kamu gak seharusnya bersaing untuk berada di dekatnya. Jangan memaksakan diri untuk bersama orang yang gak menghargai kamu, jangan. Bersamalah bersama orang yang selalu ada disaat suka dan duka, bukan seseorang yang cuman ada disaat kamu lagi senang.

2. Berhenti menjadi orang lain
Salah satu tantangan terbesar dalam hidup adalah menjadi diri sendiri di dunia yang berusaha menuntut kita menjadi sama seperti orang lain. Memang, selalu ada yang lebih cantik/ganteng, ada yang lebih pintar, ada yang lebih kece, tapi gak ada orang yang seperti kamu. Setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Jadilah diri sendiri, dan orang yang tepat akan menyukai keaslian ente gan.

3. Berhenti berlari dari masalah
Hadapi masalah kamu. Ya, mungkin itu gak mudah. Tapi Tuhan gak akan memberikan masalah kepada seseorang tanpa memberi kemampuan untuk menyelesaikannya. Mungkin kita akan marah, sedih, sakit hati, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, tenggelam dalam lautan luka dalam. Tapi itulah tujuan hidup – untuk menghadapi masalah, belajar, dan beradaptasi. Hal inilah yang akhirnya mencetak kita dari bukan apa-apa menjadi seseorang.

4. Berhenti berdiri di ‘Gurun Sahara’
Tempat yang paling panas di muka bumi ini bukanlah Gurun Sahara, tapi hati yang terbakar karena melihat orang yang kamu cintai mencintai yang lain.. saking hatinya panas banget jadi serasa di Gurun Sahara ya? Iya. Berhentilah mengingat seseorang yang udah bahagia bersama yang lain. Mungkin kamu memang mencintainya sungguh-sungguh, tapi kamu juga berhak untuk bahagia.

5. Berhenti berbohong pada diri sendiri
Kamu bisa berbohong kepada siapapun di dunia ini, tapi kamu gak bisa berbohong kepada diri kamu sendiri. Gak apa-apa gak keren sementara waktu. Kamu gak harus berpura-pura selalu menjadi kuat. Kamu gak harus peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, bahkan menangislah jika kamu memang ingin, meneteskan air mata itu sehat. Semakin cepat melakukannya, semakin cepat kamu bisa tersenyum lagi.

6. Berhenti melihat kebelakang
Kamu gak harus copoting kaca spion, hanya karena gak mau melihat kebelakang lagi. Bukan, bukan itu maksudnya. Masa lalu biarlah berlalu. Kamu takkan bisa memulai lembaran baru dalam hidup jika kamu terus membaca lembaran lama.

7. Berhenti takut gagal
Melakukan sesuatu dan gagal seribu kali itu jauh lebih baik daripada gak melakukan apa-apa. Setiap keberhasilan memiliki jejak kegagalan di belakangnya, dan setiap kegagalan membawa kamu menuju kesuksesan. Lebih baik menyesali kegagalan dan memperbaikinya, daripada menyesal kenapa gak pernah melakukan apa-apa.

8. Berhenti memarahi diri sendiri karena masa lalu
Kita mungkin mencintai orang yang salah dan menangisi mengapa itu harus terjadi, tetapi gak peduli seberapa banyak kita bertemu dengan orang yang salah itu akan membawa kita kepada satu orang yang tepat. Kita semua pernah melakukan kesalahan, melakukan perjuangan yang sia-sia, dan bahkan melakukan hal-hal bodoh. Tapi biarlah, sekarang kamu ada di sini, dengan kekuatan untuk memulai hari yang baru.

9. Berhenti menganggap bahwa uang itu segalanya
Iya sih, uang bisa membeli rumah mewah, mobil sport, tas bermerk, bahkan sebuah hubungan singkatpun bisa dibeli. Tapi, uang gak bisa menyelesaikan masalah ketika seseorang memiliki hubungan yang hancur, atau ingin mengobati kesepian. Sesungguhnya hal yang benar-benar membuat kita bahagia adalah hubungan cinta yang harmonis, canda dan bekerja di bidang yang kita cintai.

10. Berhenti terlalu khawatir
Semakin kamu khawatir, semakin hal yang gak kamu inginkan terjadi. Fokuslah pada apa yang kamu inginkan, dan selalulah berpikir bahwa sesuatu yang indah akan terjadi dalam hidup kamu. Dan suatu hari kamu akan gak nyangka bahwa apa yang kamu inginkan itu benar terjadi.

11. Berhenti berpikir kamu belum siap
gak ada yang pernah merasa 100% siap ketika kesempatan muncul. Karena peluang yang paling besar dalam hidup memaksa kita untuk keluar dari zona aman kita, yang berarti kita gak akan merasa benar-benar nyaman pada awalnya

12. Berhenti menahan cinta
Hanya karena kegagalan cinta di masa lalu, bukan berarti kamu harus menahan cinta. Bebaskan rasa, kemanapun ia akan berlabuh. Dalam hidup ini setiap orang yang kamu temui membawa pelajaran, gak peduli ia melukai atau memberi arti.

13. Berhenti bersaing dengan orang lain
Jangan khawatir bahwa orang lain akan lebih baik dibanding kamu. Fokuslah bersaing dengan diri kamu sendiri di hari kemarin, apa hari ini kamu bisa lebih baik dibanding kamu yang kemarin?

14. Berhenti iri kepada orang lain
iri kepada orang lain berarti kita lebih suka menghitung apa yang orang lain miliki dibanding diri sendiri. Merenunglah dan bersyukur atas apa yang kamu miliki, tapi gak dimiliki orang lain.

15. Berhenti menyimpan dendam
Hidup dengan kebencian itu sangat gak nyaman. Kamu selalu ingin menyakiti orang yang kamu benci, dan tanpa sadar kamu malah menyakiti diri sendiri melebihi orang yang kamu benci. Rugi menyimpan orang yang kamu benci dalam hati. Memaafkan adalah cara balas dendam yang terbaik.

16. Berhenti menanggapi haters
Biasanya haters membeci karena orang yang dibencinya lebih baik dibanding dianya. Jangan terbawa arus mereka yang hanya ingin membuat kamu down, karena mereka hanya ingin menarik kamu jatuh agar kamu bisa selevel dengan mereka.

17. Berhenti pamer
Teman kamu gak wajib harus tau segala yang kamu punya, sementara yang lainnya gak akan percaya kalau apa yang kamu pamerin itu punya kamu. Mungkin mereka malah bilang “jadi gue harus bilang wow?”

18. Berhenti berusaha sempurna
Dunia gak butuh kesempurnaan, dunia membutuhkan hal yang kamu bisa selesaikan dengan cepat dan tepat, bukan sempurna.

19. Berhenti terlalu santai
Apapun yang terjadi, rejeki gak jatuh dari langit. Berhentilah bersantai dan lakukan apa yang bisa kamu lakukan selagi sempat. Ya kecuali kalau kamu termasuk salah satu keturunan dari yang kaya raya 7 turunan, baru boleh santai. Tapi gimana kalau kamu keturunan ke-8?

20. Berhenti cemberut
Penyebab seseorang cemberut adalah karena dia lagi merasakan keluhan. Mengeluh memang normal, itu mencerminkan penolakan atas ketidaknyamanan. Tapi, daripada mikirin seberapa banyak kesulitan-kesulitan kamu, lebih baik berpikir bahwa ada banyak orang yang lebih sulit dibanding kamu. Mulailah bersyukur mulai dari bangun tidur pagi.Tetaplah tersenyum, karena ada seseorang yang menyukai senyumanmu.


Baca Juga :


Artikel Menarik Lainnya :

Sabtu, 12 Januari 2013

Sebelum Minta Naik Jabatan, Sudahkan 8 Kriteria Ini Anda Miliki?




Salah satu cara mendapatkan gaji lebih adalah dengan naik jabatan. Apakah Anda merasa layak untuk mendapat promosi? Sebelum menjawab, coba cek dulu apakah delapan kriteria karyawan yang baik berikut ini sudah Anda miliki atau belum seperti dipaparkan penasihat karir Randall S. Hansen, Ph.D. dalam situs fabjob:

1. Mau Belajar
Sebuah penelitian pernah mengungkapkan pada empat dari lima promosi, mereka yang mendapat kenaikan jabatan punya keinginan untuk belajar dari orang-orang di atasnya. Sehingga orang-orang di posisi atas ini nantinya akan membantu mereferensikan Anda untuk mendapat promosi karena melihat sisi positif diri Anda. Jadi cobalah bangun hubungan dengan para atasan dan jadikan mereka sebagai guru untuk mendapatkan ilmu dan informasi dalam menjalani karir.

2. Mampu Menonjolkan Diri
Ketika Anda merasa sudah bekerja dengan baik dan kompeten serta sebenarnya ada posisi baru yang bisa diisi, mulailah untuk menonjolkan diri. Ketika misalnya Anda mendapatkan prestasi tertentu, pastikan orang-orang tahu mengenai hal itu, terutama mereka yang memang berperan dalam menaikkan jabatan Anda.

Tak ada salahnya 'menjual diri' dan biarkan perusahaan tahu kalau Anda memang menginginkan promosi jabatan. Salah satu cara yang bisa dilakukan misalnya dengan rutin memberikan laporan soal apa saja hal-hal yang sudah Anda kerjakan dan bagaimana kemajuannya.

3. Bisa Membangun Kedekatan dengan Atasan
Tidak sedikit atasan yang membangun jarak dengan karyawannya agar mereka dapat menjaga wibawa. Jika memang atasan Anda tipe demikian, gunakan berbagai kesempatan untuk membangun kedekatan dengan atasan. Pakai alasan-alasan profesional yang bisa membuat Anda bisa mengobrol dengan dia. Anda juga bisa memanfaatkan penilaian tahunan sebagai bahan pembicaraan dengan atasan untuk mendapatkan promosi jabatan.

Cara-cara informal juga dapat Anda gunakan untuk membangun kedekatan dengan bos. Coba ketahui hobi dan ketertarikan atasan, lalu mengobrollah dengannya di sela-sela sebelum rapat, pesta atau acara luar kantor lainnya.

4. Punya Kemampuan & Pengetahuan yang Lain
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan promosi adalah dengan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang Anda miliki. Pastikan pengetahuan dan kemampuan lain Anda itu berguna untuk perusahaan. Anda juga harus tahu perkembangan terbaru di industri yang Anda selami. Selain itu perhatikan juga pada tren dan hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk tempat Anda bekerja.

5. Bisa Membangun Jaringan
Semakin banyak orang yang tahu kemampuan dan kekuatan Anda, pandangan Anda mengenai perusahaan dan tentunya ambisi karir Anda, semakin mungkin nama Anda disebut jika ada promosi jabatan. Memiliki jaringan yang luas juga bisa membuat Anda belajar lebih banyak mengenai perusahaan. Anda jadi lebih tahu hal-hal di luar bidang pekerjaan Anda.

6. Mau Mendapatkan Tanggungjawab Lebih
Ketika Anda secara sukarela mau menerima tanggungjawab lebih mengerjakan tugas di luar bidang pekerjaan, itu bisa meningkatkan nilai Anda di depan bos dan perusahaan. Dengan meminta tanggungjawab lebih ini menunjukkan Anda tertarik dan ingin membantu bagian lain dan membantu perusahaan mencapai kesuksesan.

7. Selalu Bersikap Profesional
Miliki reputasi baik di perusahaan dengan bersikap profesional, kooperatif dan bisa diandalkan. Berikut ini beberapa hal yang menunjukkan Anda sudah bersikap profesional:

- Berbusana bersih dan sesuai bidang pekerjaan.
- Bertanya jika memang tidak yakin pada tugas yang diberikan.
- Berani menjadi beda. Buat diri Anda lebih menonjol dibanding karyawan lainnya.
- Selalu melihat segala sesuatunya dengan positif, meskipun pada situasi sulit.
- Jangan mengeluh, komplain atau menyalahkan orang lain ketika segala sesuatunya tidak berjalan lancar.
- Jangan hitung-hitungan soal jam kerja.
- Jadilah problem solver. Ketika ada masalah muncul, pastikan Anda jadi orang pertama yang memberikan solusi.

8. Mampu Bekerja dengan Tim
Berhasil menyelesaikan pekerjaan tapi melakukannya sendirian, tidak membuat Anda mudah mendapatkan promosi jabatan. Sekarang ini banyak pekerjaan yang membutuhkan kerja tim bahkan antar departemen untuk diselesaikan. Ketika mampu bekerja dengan tim, di sana akan terlihat apakah Anda mampu menjadi seorang pemimpin atau tidak. Dengan bisa bekerja dengan tim, tanpa saling menyalahkan ketika terjadi kegagalan, itu bisa menjadi nilai lebih di mata atasan.


Baca Juga :


Artikel Menarik Lainnya :

Selasa, 20 November 2012

Menuju Puncak Karier




Ada banyak alasan yang mendorong orang ingin menjajaki tangga karier sampai ke puncak. Diantaranya demi meningkatkan eksistensi diri atau untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

Untuk mencapai hal tersebut, masing-masing orang tentu memiliki caranya sendiri-sendiri, tergantung dari kemampuan, keahlian, dan kondisi. Akan tetapi, paling tidak beberapa hal berikut bisa menjadi langkah yang dapat membantu melancarkan strategi mencapai puncak tangga karier.

- Mengenal diri sendiri dengan mencari tahu kekuatan dan kelemahan. Dari sini tentu akan diketahui bidang-bidang pekerjaan mana saja yang paling pas untuk digeluti sehingga kompetensi yang dimiliki bisa ditunjukkan dengan optimal.

- Buatlah semacam target atau pencapaian-pencapaian yang hendak diraih dalam karier baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Cobalah untuk selalu menanamkan motivasi dan semangat untuk mencapai target tersebut.

- Membuka dan menjaga hubungan dengan rekan kerja menjadi langkah lain yang dapat membantu seseorang mengenal diri dan lingkungannya. Selain itu, langkah ini akan membuat sikap dan kemampuan seseorang dikenal secara luas dan otomatis membuka peluang yang lebih besar bagi pengingkatan karier.

- Manfaatkan waktu luang untuk belajar mengenai banyak hal. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca, browsing di internet atau belajar keahlian lain dari rekan-rekan kerja yang lain, misalnya keahilan komputer dan lain sebagainya. Di samping itu, perkembangan yang terjadi di sekitar pun tak boleh luput dari perhatian, apalagi kalau itu menyangkut keahlian dan pekerjaan yang dimiliki. Misalnya, untuk mereka yang berkecimpung di dunia komputer, sebaiknya terus mengikuti tren dan perkembangan perangkat lunak yang lebih mumpuni.

- Terakhir, beranikan diri untuk mengambil tantangan yang datang, Ini adalah ajang yang sesungguhnya untuk menguji sampai sejauh mana kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Lagipula tantangan tadi juga bisa makin mengasah diri sendiri, bukan


Baca Juga :


Artikel Menarik Lainnya :

Kamis, 13 September 2012

Konsentrasi Buyar, Pekerjaan Tak Kunjung Selesai


Gara-gara sulit mempertahankan konsentrasi selama bekerja, beragam pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu tak kunjung selesai. Akibatnya, harus membawa pulang sebagai pekerjaan rumah. Efeknya lagi, waktu istirahat Anda pun berkurang.

Daya konsentrasi memang dapat derdampak positif pada banyak hal, seperti penguasaan situasi, efisiensi, dan penyelesaian masalah. Sayangnya, kerap kali sulit menghindari menurunkan daya konsentrasi. Padahal, jika pekerjaan tak bisa selesai sesuai permintaan, tentu mempengaruhi performa kerja, bukan? Tenang, ada beberapa cara untuk menyiasatinya, seperti hal berikut ini :

1. Jauhi beragam gangguan. 
Gangguan suara adalah hal yang paling sering dijumpai di kantor. Apabila terganggu mendengarkan suara percakapan orang-orang di sekitar Anda, memasang musik kesayangan dengan menggunakan earphone. Apabila hal ini tetap tidak membantu, tak ada salahnya meminta bantuan teman-teman yang sedang bercakap-cakap untuk menurunkan volume suaranya.

2. Fokuskan pikiran.
Jangan campurkan masalah emosi dan yang di luar pekerjaan dengan urusan pekerjaan. Hal ini memang sulit dilakukan, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Untuk membantu fokus dengan pekerjaan, buatlah daftar pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu berdasarkan urutan prioritasnya. Buat target untu diri sendiri, dengan demikian Anda bisa lebih terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan dan fokus dengan yang sedang dikerjakan.

3. Usir rasa bosan.
Inilah salah satu biang keladi menurunnya daya konsentrasi. Biasanya, setelah bekerja terlalu lama, rasa bosan tiba-tiba menyelinap dan membuat konsentrasi terpecah. Oleh karena itu, sebaiknya beristirahatlah setiap satu jam sekali dan lakukan kegiatan yang menyegarkan.

4. Berpikir positif.
Pekerjaan yang menumpuk kerap kali membuat diri grogi terlebih dulu dan merasa diri tak mampu mengerjakannya. Sebaiknya, buang jauh-jauh pikiran seperti ini, karena hanya akan semakin membuyarkan konsentrasi. Lakukan satu per satu dengan fokus dan yakin pada diri sendiri bahwa mampu menyelsaikannya.

Baca juga :


Artikel Menarik Lainnya :

Selasa, 11 September 2012

Minimalkan Tekanan Saat Menunggu Pekerjaan




Menanti pekerjaan yang tidak kunjung datang kerap menghadirkan kecemasan. Apalagi, jika kaluarga ikut memikirkan dan khawatir hingga akhirnya justru kian menambah beban bagi si penanti jawaban. tak mengherankan jika masa-masa menganggur sering kali diselimuti emosi yang tidak stabil. Oleh karena itu, perhatikanlah hal berikut ini agar Anda tidak semakin tertekan.

Menghibur diri
Selain memanfaatkan waktu dengan terus mencari pekerjaan, Anda tetap perlu menyeimbanginya dengan kegiatan rekreasi. Misalnya, berjalan-jalan, membaca buku atau melakukan hobi lain yang disukai. Hal ini berguna agar pikiran lebih rileks. Akan tetapi, jangan sampai kegiatan tersebut kian menguras finansial Anda yang terbatas. Jangan lupa untuk menyeimbangi kegiatan dengan berolahraga secara teratur agar tubuh tetap bugar.

Memanfaatkan hobi
Memiliki hobi yang berpotensi untuk mendatangkan penghasilan? Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan dan mengeksplorasinya. Bagi penggemar fotografi, cobalah untuk membidik obyek-obyek menarik di sekitar tempat tinggal. Bisa juga dengan menawarkan jasa fotografi Anda kepada kerabat untuk sejumlah momen penting, seperti pernikahan, ulang tahun atau acara reuni akbar. Anda yang gemar menulis dapat berkarya dalam bentuk cerpen dan mengirimkannya ke majalah.

Aktualisasi diri
Menyandang status sebagai pengangguran cenderung membuat Anda semakin tidak percaya diri dan kian mengisolasi diri dari orang lain. Sayangnya, hal ini bisa jadi akan memperburuk kondisi psikis Anda. Manfaatkan acara reuni dengan teman lama karena networking tetaplah dibutuhkan guna mendapatkan pekerjaan baru. Barangkali, mereka memiliki informasi lowongan pekerjaan yang bisa Anda coba.

Mencari peluang lain
Mendekam diri di dalam rumah tentu hanya akan membuang waktu Anda percuma. Sambil menunggu panggilan dari pihak perusahaan yang telah dilamar, Anda sebaiknya tetap berpikir kreatif dalam menghabiskan waktu senggang. isilah waktu dengan kegiatan positif, misalnya bergabung dalam organisasi non-profit yang berada di ranah sosial. Dengan demikian, jaringan sosial akan semakin luas dan akan memperkaya pengalaman. Jika tertarik, Anda juga dapat memulai wirausaha dengan potensi yang dimiliki.


Baca juga :


Artikel Menarik Lainnya :

Jenuh di Kantor? Atasi dengan 7 Kegiatan Ini



Hampir semua karyawan pernah merasa jenuh dengan pekerjaan mereka. Melakukan Setiap hari, kegiatan yang dilakukan cenderung sama dan berlangsung hingga bertahun-tahun. Jika Anda sedang bosan, cepat atasi rasa tersebut dengan tujuh kegiatan berikut :


1. Minta Tugas Lain dari Atasan
Setiap karyawan mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menyelesaikan pekerjaannya. Namun saat ini, Anda sudah selesai mengerjakan tugas dan sedang alami kejenuhan dengan kantor. Anda bisa datangi atasan dan tanyakan kepada dia, apakah ada tugas lain yang bisa dibantu?

Sebagai contoh, atasan tidak suka membuat presentasi untuk rapat dan Anda menawarkan bantuan. Hal itu bisa membuat Anda kembali semangat dan mencerahkan pikiran. Bonusnya, Anda mendapat "imej" baik di mata atasan.

2. Perluas Kehidupan Sosial di Kantor
Bila pikiran stres saat di kantor sehingga menimbulkan rasa bosan, atasi dengan bergaul bersama rekan kerja. Lepaskan penat Anda dengan sekedar jajan di arean depan kantor sambil membicarakan hal-hal selain pekerjaan. Perluas kehidupan sosial Anda dengan memperbanyak teman, mulai dari satpam hingga CEO. Cara ini dapat melatih kemampuan berinteraksi dan juga membuka wawasan.

3. Ambil Inisiatif untuk Melakukan Sesuatu yang Baru
Kalau Anda merasa pekerjaan cukup membosankan, ambil inisiatif untuk melakukan sesuatu baru yang bisa membangun perusahaan. Anda dapat menawarkan diri untuk mencari konsumen yang baru, membuat database baru, atau mengerjakan beberapa aktivitas yang terkait dengan pekerjaan. Pastikan Anda mendapat izin dari atasan. Ingat, tujuan Anda adalah mengekspresikan diri dalam perusahaan bukan menjatuhkan karyawan lain.

4. Mendekorasi Meja
Untuk mengatasi kejenuhan, Anda bisa membuang surat atau file yang sudah tak terpakai agar tidak berantakan. Cuci gelas bekas kopi atau teh dan rapikan dokumen-dokumen. Dekorasi meja Anda untuk membangunkan mood dengan warna yang cerah serta taruh foto bersama teman atau pasangan di sekitarnya. Habiskan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk menata meja yang dapat mengembalikan semangat dalam bekerja.

5. Buat Daftar Kegiatan untuk Liburan atau Weekend
Saat lagi bosan, buatlah daftar kegiatan untuk liburan atau akhir pekan. Anda dapat rencanakan perjalanan yang menyenangkan sehingga membuat perasaan ceria. Selain bisa 'membunuh' rasa bosan, daftar tersebut akan membantu Anda agar lebih terorganisir.

6. Manfaatkan Waktu Istirahat
Manfaatkanlah waktu istirahat Anda untuk mengurangi jenuh ketika di kantor. Coba cari suasana berbeda dengan makan di luar kantor sambil membawa buku favorit atau mengajak rekan kerja makan bersama. Berjalan kembali ke kantor setelah makan siang membantu memperbaiki mood Anda.

7. Buat Permainan yang Berhubungan dengan Pekerjaan
Gunakan permainan untuk menghabiskan waktu di tempat kerja yang juga memotivasi Anda ketika bekerja. Buat kompetesi bersama rekan kerja hingga menggapai tujuan. Misalnya, Anda bekerja dalam bidang pemasaran, ajak teman bersaing dalam mendapatkan penjualan terbanyak dan yang kalah diberikan hukuman sesuai kesepakatan. Tidak hanya mengatasi jenuh, permainan yang berhubungan dengan pekerjaan akan meningkatkan kinerja kerja Anda.

Baca juga :


Artikel Menarik Lainnya :

Rabu, 29 Agustus 2012

Jangan Lakukan 10 Hal Ini Jika Ingin Bahagia



Semakin hari tampaknya orang-orang semakin susah untuk mendapatkan kebahagiaan, entah karena urusan keluarga atau pekerjaan.

Penelitian baru dari Carnegie Mellon University pun mengungkapkan bahwa tingkat stres orang Amerika terus mengalami peningkatan selama 25 tahun, bahkan 1 dari 10 orang dilaporkan mengonsumsi obat-obatan antidepresan.

Biasanya stres dan ketidakbahagiaan ini datang dari diri Anda sendiri sehingga seorang pakar mengatakan bahwa untuk mengatasinya, setiap orang harus menyadari apa saja yang telah dilakukannya hingga memunculkan stres dan perasaan tak bahagia tersebut.

Untuk lebih jelasnya, simak 10 kesalahan umum yang biasanya Anda lakukan hingga merusak mood dan menyebabkan ketidakbahagiaan serta apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Berikut ulasannya.

1. Merenungkan masa lalu
Setiap orang pasti pernah mengalami trauma selama hidupnya. Cara seseorang untuk menghadapi trauma itu bisa saja membedakan cara orang yang bersangkutan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan bahwa selalu memikirkan kejadian di masa lalu merupakan pemicu utama depresi klinis.

Hal ini karena banyak orang menderita apa yang disebut bias memori selektif (selective memory bias). Studi yang dipimpin oleh pakar neurosains kognitif Dr. Elizabeth Kensinger dari Boston College mengungkapkan bahwa orang cenderung lebih banyak mengingat kejadian-kejadian negatif di masa lalu daripada kejadian positif.

Semakin banyak hal buruk yang diingat maka mereka akan semakin cenderung terlalu menekankan hal itu dan membesar-besarkan dampaknya terhadap kehidupannya di masa kini.

Masa lalu memang tak bisa diubah namun merenungkannya memberikan perasaan ketidakberdayaan dan kepahitan yang kuat.

2. Mengejar ketenaran atau uang
Banyak penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kekayaan, barang-barang mewah dan ketenaran hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap kebahagiaan.

Survei yang dilakukan terhadap sejumlah milyarder Amerika dan dipublikasikan dalam jurnal Social Indicators Research menemukan bahwa sebagai sebuah kelompok masyarakat, mereka tak lebih bahagia dibandingkan rata-rata kelas menengah Amerika.

Hanya sedikit milyarder Amerika yang mengaku bahagia namun tak ada yang mengatakan bahwa penyebabnya adalah uang. Lalu apa yang membuat mereka bahagia? Rata-rata mengaku dilimpahi kehangatan dan cinta dari pasangannya serta menemukan tujuan hidupnya.

Studi lain dari University of Rochester menunjukkan bahwa orang-orang yang mengejar ketenaran sebagai tujuan utama hidupnya takkan merasa bahagia dibandingkan mereka yang memiliki ambisi lebih tinggi.

3. Mencemaskan masa depan
Merenungkan masa lalu memang bisa menyebabkan depresi, namun hal ini sama halnya dengan mencemaskan masa depan.

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog Suzanne Segerstrom dari University of Kentucky menemukan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk memikirkan tentang 'bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi' maka mereka semakin cenderung membayangkan sesuatu yang sebenarnya takkan terjadi. Hal ini jelas-jelas menimbulkan emosi yang tak ada gunanya dan buang-buang waktu.

Hal ini tak hanya akan menimbulkan kecemasan namun penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation ini juga mengindikasikan risiko penyakit jantung koroner hingga memperpendek angka kelangsungan hidup.

4. Terobsesi dengan penampilan fisik
Pada suatu waktu nanti, kecantikan itu akan memudar sehingga jika Anda terobsesi dengan hal itu maka kebahagiaan Anda ikut hilang bersamanya.

Sebuah studi dalam Journal of Positive Psychology mengemukakan bahwa seorang model yang berada di puncak kecantikannya sekalipun seringkali merasa tak bahagia dan memiliki lebih banyak masalah psikologis dibandingkan rekan-rekannya.

Studi lain dalam Australian and New Zealand Journal of Psychiatry yang mengamati anak-anak beusia 9-12 tahun menemukan bahwa orang-orang yang percaya kecantikan merupakan sumber kebahagiaan lebih cenderung terkena depresi dibandingkan orang yang tidak berpikir begitu.

Kecantikan membuat orang menjadi bergantung pada evaluasi orang lain. Hal ini menciptakan kecemasan karena harapan terhadap kebahagiaan akan diberikan oleh kenalan dan orang asing yang opini atau cara berpikirnya tak bisa dikontrol oleh orang yang tergila-gila pada penampilan fisik itu.

5. Melakukan kebiasaan buruk secara otomatis
Kebiasaan muncul setelah dilakukan berulang kali hingga alam bawah sadar bisa melakukannya tanpa terencana. Masalahnya, banyak orang dengan kebiasaan buruk yang biasa dilakukan secara otomatis tanpa menyadari bahwa kebiasaan semacam itu menjauhkannya dari pencapaian tujuan dan kebahagiaan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific American mengungkapkan bahwa banyaknya 'kegagalan untuk mendapatkan kebahagiaan' itu justru berasal dari kebiasaan buruk, bukannya ketidakmampuan untuk mencapai kebahagiaan itu sendiri.

Kabar baiknya, sekali Anda menyadari bahwa beberapa kebiasaan mensabotase kebahagiaan Anda, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Phillippa Lally dan dipublikasikan dalam European Journal of Social Psychology menunjukkan bahwa Anda bisa mengubahnya hanya dalam 18 hari.

6. Berpikir secara hitam dan putih
Orang-orang cenderung berpikiran menyimpang sehingga membuat sejumlah hal tampaknya lebih buruk dari kenyataannya.

Berpikir bahwa setiap masalah atau orang hanya ada dua macam yaitu baik atau buruk atau menggunakan kata-kata seperti tak pernah (never), tak ada (nothing), segalanya (everything) atau selalu (always) menunjukkan bahwa Anda adalah pemikir yang terpolarisasi.

Penelitian yang dipublikasikan oleh psikolog Nalini Ambady dari Stanford University telah menunjukkan bahwa pemikiran yang terpolarisasi menciptakan sedikitnya dua masalah serius:

Pertama, kondisi ini menjamin realitanya telah menyimpang sehingga mendorong munculnya keputusan yang buruk dan kesalahan kritis dalam menilai sesuatu. Kedua, terlalu banyak pikiran menyimpang memperbesar emosi negatif seperti depresi, kecemasan, kemarahan dan ketakutan.

7. Pesimis
Menurut penelitian, orang yang optimis hidupnya lebih lama dan lebih sehat. Psikolog Martin Seligman dari University of Pennsylvania telah mempublikasikan penelitian ekstensif yang menunjukkan bahwa orang yang optimis juga lebih sukses dalam berkarir, menghasilkan lebih banyak uang, punya lebih banyak teman serta memiliki hubungan romantis yang lebih tahan lama dan lebih baik daripada orang yang pesimis.

Secara kritis, penelitian baru dalam jurnal Psychological Science juga mengemukakan bahwa orang yang positif memiliki persepsi yang akurat terhadap realita dan menghadapi stres lebih baik daripada orang yang negatif.

Ketika hal-hal buruk terjadi pada orang yang optimis, mereka akan lebih tahan banting, lebih cepat untuk bangkit dan cenderung memenangkan kesulitan yang dihadapinya dibandingkan orang yang pesimis.

8. Berkutat dalam lingkungan yang negatif
Entah itu film, musik, video game atau tempat tinggal, lingkungan fisik bisa mempengaruhi kebahagiaan seseorang lebih banyak dari yang mereka sadari.

Penelitian menunjukkan bahwa setiap manusia sangat rentan dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri. Tak adanya cahaya alami yang masuk ke rumah, terlalu banyak kekacauan atau pencitraan yang buruk dapat memicu kecemasan, depresi dan insomnia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Broadcasting and Electronic Media and Psychological Science menunjukkan bahwa terlalu banyak konsumsi media negatif seperti menonton film atau berita yang menyedihkan, memainkan video game yang penuh kekerasan, mendengarkan musik yang marah atau sedih serta membaca buku-buku yang isinya mengganggu dapat menyakiti mood, emosi dan prospek kehidupan Anda.

9. Berkumpul dengan orang-orang yang salah
Hampir sama dengan lingkungan fisik, keluarga atau teman-teman yang bersifat negatif, tak bahagia atau labil dapat menularkan karakteristiknya itu kepada Anda.

Beberapa studi yang dilakukan pakar ilmu sosial dan dokter Nicholas Christakis dari Harvard menunjukkan bahwa pikiran dan emosi, baik itu positif maupun negatif sangatlah menular dan bisa ditransmisikan satu sama lain hanya dalam waktu 1 detik.

Temuan lain menyatakan, orang-orang yang mempertahankan hubungan yang sehat akan lebih bahagia daripada mereka yang tidak melakukannya. Jaringan sosial yang kuat merupakan alasan mengapa orang Bangladesh, salah satu negara termiskin di dunia, dilaporkan memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi dibandingkan orang-orang di negara maju.

10. Egois
Sebuah studi menemukan bahwa memahami perspektif orang lain, berbelas kasih dan membantu orang lain tanpa pamrih sangat penting untuk mencapai kebahagiaan.

Jika orang-orang semakin terfokus pada dirinya sendiri maka mereka akan semakin sering merenungkan, mengkhawatirkan dan membuat persepsi terhadap munculnya realita yang terburuk.

Studi lain yang dilakukan oleh Stephen G. Post dari Case Western Reserve University mengungkapkan bahwa orang-orang yang penuh perhatian dan suka membantu terlihat lebih bahagia, emosinya lebih tangguh, lebih sedikit memiliki masalah psikologis serta mengalami peningkatan kesehatan fisik dan angka harapan hidup.

Orang-orang semacam ini juga lebih cenderung mendapatkan promosi di tempat kerjanya, jarang stres dan tak mudah marah.

Baca Juga :




Artikel Menarik Lainnya :